SUCI’s Weblog

My fRieNdS

Posted by sssuci pada April 11, 2008

Arti Persahabatan di Mataku

Kadang kalau gw sedang bingung dengan arti persahabatan, I always watch yang namanya One Piece untuk meneguhkan hatiku mengenai arti dari apa itu persahabatan sejati sesungguhnya. Dan setelah membaca ulang semua One Piece dari yang paling pertama hingga yang paling terakhir, aku memutuskan untuk membuat 8 adegan yang benar-benar sangat memorable dan selalu bisa menangkap arti persahabatan yang sesungguhnya dari 8 adegan ini!
8. Zoro yang memenuhi janjinya kepada Kuina Zoro memiliki masa kecil yang benar-benar bodoh. Dia selalu kalah bertarung dengan Kuina, teman sepeguruannya dalam bermain pedang yang cewe! Dan yang lebih memalukan lagi dia bahkan kalah dengan dua pedang! Walau demikian, mereka berdua tetaplah sahabat serasi. Mereka memutuskan untuk berjanji bahwa salah seorang dari mereka akan menjadi salah satu dari pendekar pedang terkuat di dunia. Ketika Kuina kemudian meninggal dunia karena sebuah penyakit, Zoro bersumpah sambil membawa pedang Kuina bahwa ia akan menjadi jagoan pedang terkuat di seluruh dunia! Zoro akhirnya bertarung hingga kini dengan jurus tiga pedangnya yang legendaris. Itulah seorang teman sejati buatku. Seorang teman sejati memenuhi janjinya kepadamu!
7. Vivi vs Luffy. Vivi menangis. Dia benar-benar kesal kepada Crocodile yang telah menghasut dan mengadu-domba sahabat dan keluarganya di kerajaan Arabasta. Ia berusaha sebisa mungkin supaya kedua belah pihak tidak akan timbul korban dengan cara mencari jalan tengah kedua pihak. Luffy yang kesal karena Vivi selalu memikul bebannya sendirian lantas berkata kepada Vivi. Kenapa Vivi tidak mau mengorbankan mereka juga? Luffy berjanji akan menghajar Crocodile untuk Luffy. Inilah kata-kata Luffy yang membuat Vivi tercekat: “Kenapa kau tidak mengorbankan kami juga? Kami kan juga sahabat-sahabatmu?!” Itulah seorang teman sejati buatku. Seorang teman sejati rela berkorban untukmu! 6. Suara Vivi yang terdengar oleh Luffy dan teman-temannya. Di tengah perang saudara yang tak terhindarkan di kerajaan Arabasta, Vivi menjerit “Hentikan!!!” tanpa ada yang memperdulikannya. Crocodile tertawa dan menjatuhkan Vivi ke tengah perang tersebut. Tetapi di saat kritis, tubuh Vivi yang jatuh ditangkap oleh Luffy. Vivi menangis tersedu-sedu kepada Luffy sambil berkata “Mereka tidak bisa mendengar suaraku Luffy… mereka tidak bisa…“. Luffy sambil tersenyum menenangkannya dan berkata “Tenang… kami mendengarmu Vivi…” Itulah seorang teman sejati buatku. Seorang teman sejati bisa mendengar suaramu, bahkan ketika orang lain tidak bisa mendengarnya.
5. Usopp tetap mencari Nico Robin walau keluar dari grup Luffy. Persahabatan antara Usopp dan Luffy nampaknya telah berakhir dengan duel besar antara mereka. Duel yang diakhiri dengan penuh air mata dan keluarnya Usopp dari rombongan Luffy. Tetapi apakah itu saja akhirnya? Ketika Nico Robin keluar dan menghilang dari grup Luffy, seluruh grup Luffy kelabakan mencarinya. Bagaimana reaksi Usopp ketika mendengar berita ini? Kendati dia sudah ber’musuh’an dengan Luffy dan kawan-kawan, ia tetap datang membantu Luffy – walau dengan menyamar sebagai Sogeking sekalipun! Itulah seorang teman sejati buatku. Seorang teman sejati akan tetap membantu temannya, walaupun ketika mereka sedang bertengkar atau bermusuhan.
4. Usopp membela Luffy. Dalam pertempuran melawan Mr. 4, Usopp yang selalu ketakutan berusaha melarikan diri sekencang mungkin dari pertarungan. Ia ditertawakan habis-habisan. Tetapi ketika sang musuh mengatakan Luffy itu pecundang dan seorang yang bodoh… itu lain ceritanya. Usopp benar-benar marah ketika impian Luffy yang akan menjadi seorang raja bajak laut ditertawakan. Inilah yang ia katakan kepada Chopper yang bertarung bersama dengannya “Ada kalanya seorang laki-laki harus bangkit berdiri Chopper. Dan saat itu… adalah saat di mana sahabatnya ditertawakan orang!” Itulah seorang teman sejati buatku. Seorang teman sejati akan membelamu ketika kamu ditertawakan oleh orang lain. 3. Nico Robin tetap didatangi semua. Nico Robin mengkhianati grup Luffy dengan begitu sadisnya. Di hadapan Luffy ia bahkan mengaku tidak mengenal lagi grup Luffy, dan memutuskan dengan begitu saja semua ikatan persahabatan mereka. Tetapi apakah itu berarti Luffy dan kawan-kawan menyerah begitu saja? Jawabannya sederhana: tidak. Bahkan walaupun mereka harus menyerbu markas pemerintah sekalipun… Sanji, Chopper, Zoro, Luffy, Nami, Usopp (dalam wujud Sogeking) datang ke hadapan Nico Robin dan berusaha untuk membawanya kembali. Nico Robin tersentuh dan menangis, memohon Luffy dan kawan-kawan membebaskannya. Itulah seorang teman sejati bagiku. Seorang teman sejati tetap percaya padamu walau kau mengkhianatinya, karena dia percaya bahwa persahabatan itu sungguh berarti untuk dikorbankan dan dihapus begitu saja.
2. Perpisahan Vivi dengan grup Luffy. Vivi tidak bisa ikut dengan grup Going Merry. Ia mencintai negerinya, dan ia bertanggung jawab atas negeri itu karena dia adalah sang putri dari negeri itu. Luffy dan kawan-kawannya mengerti sekali alasan itu. Vivi mengucapkan selamat tinggal – ia berkata “Maafkan aku tak bisa tetap berpetualang bersama kalian – tapi kalau suatu saat kita bertemu lagi masihkah kalian mau menyebutku sebagai teman?“, tetapi Luffy dan kawan-kawan tak bisa membalas teriakan selamat tinggal itu. Apa pasal? Karena angkatan laut ada di belakang mereka. Vivi tentu akan terlibat kesulitan kalau disangka memiliki hubungan dengan bajak laut. Tetapi sebelum memasuki Arabasta dahulu, semuanya sudah memiliki perjanjian, bahwa tato X yang diukir di lengan kiri mereka adalah tanda persahabatan mereka. Luffy dan kawan-kawan berbalik – seakan meninggalkan Vivi begitu saja. Namun kemudian, serentak mereka semua mengangkat tangan kiri mereka dan menunjukkan simbol X sebagai tanda persahabatan abadi mereka. Itulah seorang teman sejati bagiku. Seorang teman sejati tanpa perduli batas waktu dan ruang akan selalu menjadi teman sejati bagimu.
1. Air Mata Nami. Nami selalu memendam kesedihan seorang diri karena ia tidak bisa menolong desanya dari tangan Arlong. Arlong menjanjikan Nami akan membebaskan desanya kalau bisa mencari uang hingga 100 juta. Ketika uang itu sudah terkumpul, nyatanya Arlong sudah melupakan janjinya dan malah mengkhianati Nami. Nami merasa benar-benar tidak berdaya dan dengan penuh kemarahan menangis. Luffy yang mendekatinya pun diusir. “Kau tidak mengerti masa laluku dan masa lalu desa ini” “Ya… aku tidak tahu…” “Kau sama sekali tidak mengerti lalu apa pedulimu?” “Aku peduli” “Diam kau… PERGI.. PERGI… PERGI…” “…” Luffy tidak beranjak. “PERGI… PERGI… PERGI…” “…” Luffy tidak beranjak. “PERGI… PER… Luffy… Kumohon… Tolonglah aku…” Luffy mendekati Nami, melepas topi jerami yang selalu ia sayangi dan meletakkannya di kepala Nami. Ia tak pernah melepas topi itu selain kepada sahabat yang ia percayai. Lalu Luffy berbalik dan berteriak keras… “TENTU SAJAAAAAA!!!!!!!!!!!!” Apa alasan Luffy menolong Nami? Padahal ia tidak tahu masa lalu Nami, tidak tahu masa lalu desa Nami, dan lainnya. Jawabannya disebutkan beberapa saat secara sederhana “Karena Nami adalah sahabatnya… dan Arlong telah membuat Nami menangis” Itulah seorang teman sejati buatku. Sederhana sekali, tetapi menurutku ini memberi makna arti teman sejati yang terpenting untukku: seorang teman sejati ada di sana ketika kau memerlukan dia. Damn Oda sensei… mengetik semua adegan ini sambil memikirkannya saja membuat mataku berkaca-kaca. Damn!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: